Keutamaan Datang Lebih Awal pada Shalat Jum’at
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. :
Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “pada setiap hari Jumat para malaikat
berdiri di depan pintu masjid menuliskan nama-nama orang secara
berurutan. Ketika Imam telah duduk (diatas mimbarnya) mereka menutup
buku catatannya dan duduk mendengarkan khutbahnya”.
Membaca Al Fatihah adalah Sunnah Dalam Shalat Jenazah
(diriwayatkan dari Thalhah bin Abdullah bin Auf : aku shalat jenazah di
belakang) Ibn Abbas ra. (dan ia) membaca Surah Al Fatihah dan berkata,
“kau harus tahu bahwa hal itu (membaca surat Al Fatihah) di dalam shalat
jenazah adalah sunnah”.
Membersihkan Tempat Bersujud Ketika Sedang Shalat
Diriwayatkan dari Mu’aqib r.a. : Nabi Muhammad Saw berbicara tentang
seorang yang menepiskan kerikil di atas (tempat) bersujud, dan berkata,
“apabila kamu harus melakukannya, lakukanlah satu kali”.
Shalat dalam keadaan berdiri, duduk atau Berbaring
Diriwayatkan dari Imran bin Hushain ra. : aku punya penyakit bawasir,
maka aku bertanya kepada Nabi Muhammad Saw perihal shalatku. Nabi
Muhammad Saw bersabda, “shalatlah sambil berdiri dan jika tidak dapat
melakukannya, shalatlah sambil duduk. Dan jika tidak dapat melakukannya
shalatlah sambil berbaring”.
Shalat Jama'
Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : Rasulullah saw men-Jama’ shalat zuhur dan ashar dalam setiap perjalanan,. begitu pula shalat Maghrib dan Isya.
Shalat Sunnah di Rumah Setelah Shalat Fardhu
diriwayatkan dari Ibn Umar r.a. : Rasulullah Saw mengerjakan shalat dua
rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat setelahnya. setelah maghrib Nabi
Saw. shalat dua rakaat di rumahnya, dan dua rakaat setelah isya. Nabi
Saw. tidak mengerjakan shalat setelah shalat Jumat hingga beliau
meninggalkan (masjid), kemudian shalat dua rakaat (di rumah)
Shalat Sebelum Duduk di Masjid
diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. : seseorang masuk ke dalam
masjid ketika Rasulullah Saw. sedang menyampaikan khutbah Jumat. Nabi
Muhammad Saw. bersabda kepadanya,"apakah kau telah mengerjakan shalat?"
orang itu menjawab bahwa ia belum mengerjakan shalat. Nabi Saw.
bersabda,"bangunlah dan kerjakan shalat".
Keutamaan Shalat Jum'at (2)
diriwayatkan dari Salman Al Farisi
r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, "siapapun yang mandi pada
hari Jum'at, membersihkan dirinya semampunya, meminyaki rambutnya atau
memakai wewangian di tubuhnya dengan wewangian yang ada di rumahnya,
kemudian pergi (untuk mengerjakan shalat Jum'at) dan tidak menerobos dua
orang yang sedang duduk (di dalam masjid), kemudian shalat sebanyak
(yang Allah) wajibkan atasnya, lalu diam ketika imam tengah menyampaikan
khutbah, maka dosa-dosanya antara Jumat itu dan Jumat sebelumnya
dimaafkan Allah."
Keutamaan Shalat Jum'at
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. :
Rasulullah pernah bersabda,"setiap orang yang mandi pada hari Jum'at
seperti mandi janabah dan kemudian pergi mengerjakan shalat (pergi di
awal waktu), ia seolah-olah telah berkurban seekor unta; mereka yang
pergi mengerjakan shalat pada waktu yang kedua seolah-olah telah
berkurban seekor sapi; mereka yang pergi mengerjakan shalat pada waktu
yang ketiga seolah-olah telah berkurban seekor biri-biri; mereka yang
pergi mengerjakan shalat pada waktu yang keempat seolah-olah telah
berkurban seekor ayam; dan mereka yang pergi pada waktu yang kelima
seolah-olah telah berkurban sebuah telur. dan ketika imam berdiri (untuk
menyampaikan khutbah) para malaikat berkumpul untuk mendengarkan
khutbahnya"
Bacaan Tasyahud
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud
r.a. ; "setiap kali kami mengerjakan shalat di belakang Nabi Muhammad
Saw (ketika duduk antara dua sujud) kami mengucapkan as-salam kepada
Allah, malaikat Jibril, si fulan dan si fulan. satu ketika Rasulullah
Saw berpaling ke arah kami dan berkata bahwa Allah sendiri adalah
As-Salam, dan jika siapapun diantara kalian mengerjakan shalat maka
harus mengucapkan At-thahiyatu
lillahi washshalawatu waththayibatu. As-salamualaika ayyuhan nabiyyu wa
rahmatullahi wa barakatuh. As-salamualaina wa ala ibadillahishshalihin.
(seluruh pujian, shalawat dan thayyibah adalah kepunyaan Allah. salam, rahmat dan barokah Allah terlimpah untukmu wahai Nabi. semoga salam Allah dilimpahkan pula kepada kami dan hamba-hamba-Nya yang saleh).
apabila kamu mengucapkannya, maka itu adalah untuk semua hamba (Allah) di bumi dan di langit.
assyahadu an laailaha illalahu wa asyahadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ( aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya)
(seluruh pujian, shalawat dan thayyibah adalah kepunyaan Allah. salam, rahmat dan barokah Allah terlimpah untukmu wahai Nabi. semoga salam Allah dilimpahkan pula kepada kami dan hamba-hamba-Nya yang saleh).
apabila kamu mengucapkannya, maka itu adalah untuk semua hamba (Allah) di bumi dan di langit.
assyahadu an laailaha illalahu wa asyahadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ( aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya)
Cara Shalat Nabi Muhammad Saw
Diriwayatkan dari Abu Humaid As-Sa’idi r.a. berkata, “aku mengingat
shalat Rasulullah Saw lebih baik daripada siapa pun diantara kalian. Aku
melihat Nabi Muhammad Saw mengangkat kedua tangannya sejajar dengan
bahunya dan mengucapkan takbir, dan ketika rukuk Nabi Muhammad Saw
meletakkan kedua tangannya diatas dua lututnya dan punggungnya
membungkuk lurus, kemudian setelah bangkit dari rukuk Nabi Muhammad Saw
berdiri tegak hingga semua tulang punggungnya berada dalam posisi
normal. Ketika sujud, Nabi Muhammad Saw meletakkan kedua tangannya
diatas tanah dan menjauhkan lengan bagian bawahnya dari tanah dan
tubuhnya, dan jari jemari (kaki) menghadap ke arah kiblat. Ketika duduk
pada rakaat kedua, Nabi Muhammad Saw duduk diatas kaki kirinya dan
menyangga kakinya sebelah kanan; dan pada rakaat terakhir Nabi Muhammad
Saw menekan kakinya sebelah kiri ke depan dan duduk di atas pinggulnya”
Tujuh Bagian Tubuh yang Bersujud
Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,
“kami diperintahkan untuk bersujud diatas tujuh bagian tubuh yaitu
kening (bersama dengan ujung hidung), kedua (telapak) tangan, kedua
lutut dan jari jemari kedua kaki, dan tidak boleh tertutup rambut atau
pakaian”
Tangan Diatas Lutut ketika Rukuk
Diriwayatkan dari (Mush’ab bi Sa’d) r.a. : aku mengerjakan shalat
disamping ayahku (Sa’d bin Abi Waqqash r.a.) dan meletakkan kedua
tanganku kira-kira di antara dua lututku. Ayahku melarang aku rukuk
dengan cara seperti itu dan berkata,”kami pernah melakukan rukuk seperti
itu tetapi dilarang (Rasulullah Saw) dan kami diperintahkan untuk
meletakkan tangan diatas lutut”.
Keutamaan Mengucapkan amin
Diriwayatkan dari (Abu Hurairah) r.a. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,”ucapkan amin ketika imam mengucapkannya dan jika ucapan amin kalian bersamaan dengan ucapan amin para malaikat maka dosa-dosamu di masa lalu akan dimaafkan”
Thuma’ninah dalam Shalat
Diriwayatkan dari Abu Hurairah : Rasulullah Saw masuk ke dalam masjid
dan seseorang mengikutinya. Orang itu mengerjakan shalat kemudian
menemui Nabi Muhammad Saw dan mengucapkan salam. Nabi Muhammad Saw
membalas salamnya dan berkata,”kembalilah dan shalatlah karena kau belum
shalat”, orang itu mengerjakan shalat dengan cara sebelumnya, kemudian
menemui dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad Saw. Beliau pun
kembali berkata,”kembalilah dan shalatlah karena kau belum shalat”. Hal
ini terjadi tiga kali. Orang itu berkata,”demi Dia yang mengutus engkau
dengan kebenaran, aku tidak dapat mengerjakan shalat dengan cara yang
lebih baik selain dengan cara ini. Ajarilah aku bagaimana cara shalat”.
Nabi Muhammad Saw bersabda,”ketika kau berdiri untuk shalat , ucapkan
takbir lalu bacalah (surah) dari Al Quran kemudian rukuklah hingga kau
merasa tenang (tuma’ninah). Kemudian angkatlah kepalamu dan berdiri
lurus, lalu sujudlah hingga kau merasa tenang (tuma’ninah) selama
sujudmu, kemudian duduklah dengan tenang, dan kerjakanlah hal yang sama
dalam setiap shalatmu”
Wajib Membaca Al Fatihah Dalam Shalat
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit r.a. : Rasulullah Saw pernah
bersabda,” siapa pun yang tidak membaca Surah Al Fatihah di dalam
shalatnya, maka shalatnya tidak sah”
Tidak Melirik-lirik ketika Shalat
Diriwayatkan
dari Aisyah r.a. : aku bertanya kepada Rasulullah Saw tentang orang
yang melirik kesana-kemari dalam shalatnya. Nabi Muhammad Saw
menjawab,”dengan cara itulah setan mencuri shalat seseorang”
Larangan Melihat Ke Langit Ketika Shalat
Diriwayatkan
dari Anas bin Malik r.a. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,”kenapa
orang-orang itu melihat ke langit ketika sedang mengerjakan shalat?”
suara Nabi Muhammad Saw terdengar mengeras ketika berkata,” mereka harus
berhenti (melihat ke langit pada saat mengerjakan shalat) atau kalau
tidak mata mereka akan direnggut”
Bacaan setelah Takbiratul Ihram
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah Saw berdiam diri diantara takbir
dan bacaan al-Quran (al fatihah) dan jeda (diantara takbir dan bacaan al
fatihah itu) hanya sebentar. Aku berkata kepada Nabi Muhammad
Saw,”biarlah orang tuaku berkurban untuk anda! Apa yang anda baca pada
jeda diantara takbir dan bacaan?” Nabi Muhammad Saw bersabda,”aku
mengucapkan Allhumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal magrhib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kama yunaqqa ats-tsaubul abyadhu minaddanas. Allaahummaghsil khathaayaaya bil maa’i wats-tsalji wal-barad. (ya
Allah, jauhkan aku dari perbuatan dosa seperti jauhnya timur dan barat.
Ya Allah, bersihkan aku dari dosa seperti putihnya pakaian yang
dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkan dosa-dosaku dengan air,
salju dan hujan)
Tangan Kanan Diatas Tangan Kiri ketika Berdiri Shalat
Diriwayatkan
dari Sahl bin Sa’d r.a. : orang-orang diperintahkan untuk meletakkan
lengan kanannya di atas lengan bawahnya yang sebelah kiri.
Tidak Mengangkat Tangan Ketika Akan Sujud
Diriwayatkan
dari Abdullah bin Umar : “Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya ke
atas hingga sejajar dengan bahunya ketika memulai shalat (takbiratul
ihram), ketika mengucapkan takbir untuk rukuk, dan ketika bangkit dari
rukuknya beliau melakukan hal yang sama lalu mengucapkan sami’ allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamd. Dan Nabi Muhammad Saw tidak melakukan hal itu (mengangkat tangan) ketika (akan) sujud.”
Keutamaan Menunggu Waktu Shalat
Diriwayatkan dari Anas r.a. : Rasulullah
bersabda,”orang-orang dianggap sedang mengerjakan shalat sepanjang
mereka menunggu (untuk mengerjakan shalat).”
Mengerjakan Shalat Pada Habis Waktu
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah : pada suatu hari saat Perang Khandaq
(Perang Parit) Umar bin Al Khaththab datang pada saat matahari telah
terbenam sambil memaki-maki orang-orang kafir Quraisy,”Ya Rasulullah !
aku tidak dapat mengerjakan shalat ashar hingga matahari terbenam”. Nabi
Muhammad Saw bersabda,”Demi Allah ! begitu pula aku, belum mengerjakan
shalat (ashar)”. Maka kami pun pergi menuju Buthhan, lalu Nabi Muhammad
Saw berwhudu dan mengerjakan shalat ashar setelah matahari terbenam,
kemudian mengerjakan shalat maghrib
Lupa Mengerjakan Shalat
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : Nabi Muhammad Saw pernah
bersabda, “apabila salah seorang dari kalian lupa mengerjakan shalat,
shalatlah segera ketika ia ingat. Tak ada kiffarah kecuali dengan
mengerjakan shalat yang sama”. Kemudian Nabi Muhammad Saw membacakan
firman Allah berikut ; sungguh, Aku lah Allah ! Tiada Tuhan Selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Shalat Tepat Waktu Kecuali Shalat Isya
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. : Nabi Muhammad mengerjakan
shalat zuhur pada tengah hari, shalat ashar pada saat matahari masih
bersinar, shalat maghrib setelah matahari terbenam dan shalat isya
dengan waktu yang beragam.. setiap kali Nabi Muhammad Saw melihat
orang-orang telah siap mengerjakan shalat isya maka Nabi Muhammad Saw
mengerjakan shalat isya lebih awal, dan apabila orang-orang menundanya
maka Nabi akan menunda shalat (isya) nya. Dan mereka atau Nabi
mengerjakan shalat subuh ketika hari masih gelap.
Diriwayatkan dari Abu Musa r.a. : para sahabatku yang datang bersamaku dengan menggunakan perahu dan mendarat di sebuah tempat yang disebut Baqi Buthhan. Pada waktu itu Nabi Muhammad Saw berada di Madinah. Salah seorang dari kami pergi menemui Nabi Saw dan setiap malam kembali pada waktu shalat Isya. Suatu ketika aku sendiri yang menemui Nabi Saw yang sedang disibukkan dengan beberapa urusannya, maka shalat isya ditunda hingga tengah malam. Kemudian Nabi Muhammad Saw keluar dan memimpin orang-orang (mengerjakan shalat). Setelah menyelesaikan shalatnya, Nabi Muhammad Saw berbicara kepada orang-orang yang hadir pada waktu itu,”bersabarlah! Jangan dulu beranjak. Ada kabar yang menggembirakan. Ini adalah nikmat Allah yang diturunkan kepadamu sebab tak seorang pun manusia yang sedang mengerjakan shalat pada saat (tengah malam) ini kecuali kalian.” Atau Nabi Muhammad Saw bersabda,”pada saat (tengah malam) ini tak seorang pun yang sedang mengerjakan shalat kecuali kalian”. Maka kami pun pulang dengan gembira setelah mendengar (hal itu) dari Rasulullah Saw
Diriwayatkan dari Abu Musa r.a. : para sahabatku yang datang bersamaku dengan menggunakan perahu dan mendarat di sebuah tempat yang disebut Baqi Buthhan. Pada waktu itu Nabi Muhammad Saw berada di Madinah. Salah seorang dari kami pergi menemui Nabi Saw dan setiap malam kembali pada waktu shalat Isya. Suatu ketika aku sendiri yang menemui Nabi Saw yang sedang disibukkan dengan beberapa urusannya, maka shalat isya ditunda hingga tengah malam. Kemudian Nabi Muhammad Saw keluar dan memimpin orang-orang (mengerjakan shalat). Setelah menyelesaikan shalatnya, Nabi Muhammad Saw berbicara kepada orang-orang yang hadir pada waktu itu,”bersabarlah! Jangan dulu beranjak. Ada kabar yang menggembirakan. Ini adalah nikmat Allah yang diturunkan kepadamu sebab tak seorang pun manusia yang sedang mengerjakan shalat pada saat (tengah malam) ini kecuali kalian.” Atau Nabi Muhammad Saw bersabda,”pada saat (tengah malam) ini tak seorang pun yang sedang mengerjakan shalat kecuali kalian”. Maka kami pun pulang dengan gembira setelah mendengar (hal itu) dari Rasulullah Saw
Jika Shalat Ashar dan Subuh pada Akhir Waktu
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah Saw pernah bersabda,”jika salah
seorang dari kalian memperoleh satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari
terbenam, ia harus melengkapkan shalatnya. Apabila salah seorang dari
kalian memperoleh satu rakaat shalat subuh, ia harus melengkapkan
shalatnya”.
Sengaja Meninggalkan Shalat Ashar
Diriwayatkan
dari Ibn Umar r.a. : Rasulullah pernah bersabda, “orang yang kehilangan
shalat ashar karena sengaja bagaikan orang yang kehilangan keluarga dan
harta kekayaannya.”
Diriwayatkan
dari Buraidah r.a. : pada suatu hari yang mendung shalat ashar
dilakukan lebih awal sebagaimana pernah dikatakan Nabi Muhammad
Saw,”orang yang sengaja tidak mengerjakan shalat ashar maka seluruh
perbuatan baiknya hilang”.
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
diriwayatkan dari Jabir r.a. : kami sedang berjalan bersama Rasulullah
Saw sambil melihat ke arah bulan yang pada waktu itu sedang purnama,
Nabi Muhammad Saw bersabda,"sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu
sebagaimana kamu melihat bulan (purnama) ini dan tak ada apa pun yang
menghalangimu ketika memandang-Nya. maka jika dapat janganlah sampai
kehilangan (karena tidur, kesibukan pekerjaan,dan sebagainya) shalat
sebelum matahari terbit (subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam
(ashar). kemudian Nabi Muhammad membacakan firman Allah Swt :
maka sabarlah menghadapi apa yang mereka katakan, dan bertasbilah
memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. (QS. Qaf {50} : 39)
diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah pernah bersabda,"para Malaikat datang kepadamu pada pergantian malam dan siang, dan mereka semua berkumpul pada waktu shalat subuh dan shalat ashar. mereka (para malaikat) yang melewatkan waktunya bersamamu naik (ke langit) dan Allah bertanya kepada mereka, meskipun Dia tahu segala sesuatu tentang kamu,"sedang apa hamba-hamba-Ku ketika kau tinggalkan?" para malaikat menjawab,"ketika kami meninggalkan mereka, mereka sedang mengerjakan shalat. dan ketika kami menemui mereka, mereka sedang mengerjakan shalat"
diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah pernah bersabda,"para Malaikat datang kepadamu pada pergantian malam dan siang, dan mereka semua berkumpul pada waktu shalat subuh dan shalat ashar. mereka (para malaikat) yang melewatkan waktunya bersamamu naik (ke langit) dan Allah bertanya kepada mereka, meskipun Dia tahu segala sesuatu tentang kamu,"sedang apa hamba-hamba-Ku ketika kau tinggalkan?" para malaikat menjawab,"ketika kami meninggalkan mereka, mereka sedang mengerjakan shalat. dan ketika kami menemui mereka, mereka sedang mengerjakan shalat"
Menunda Shalat Zhuhur Ketika Udara Sangat Panas
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw pernah
bersabda,”dalam cuaca yang sangat panas tundalah shalat zuhur hingga
cuaca agak lebih teduh karena cuaca yang sangat panas berasal dari
amukan api neraka. Api neraka mengeluhkan hal itu kepada Tuhannya :
Tuhanku ! tubuhku saling menghancurkan satu sama lain. Maka Allah
mengizinkan ia bernapas dua kali, sekali di musim dingin dan sekali di
musim panas. Napasnya di musim panas adalah ketika kau merasakan hawa
panas yang hebat, dan napasnya di musim dingin adalah ketika kau
merasakan hawa dingin yang hebat”.
Berbicara Secara Pribadi kepada Allah Swt dalam Shalat
Diriwayatkan dari Anas r.a. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,”lakukan
sujud dengan sempurna dan janganlah lenganmu menyentuh tanah seperti
seekor anjing. Dan jika kau ingin meludah, janganlah meludah ke depanmu,
begitu pula ke samping kananmu karena orang yang sedang mengerjakan
shalat sedang bercakap-cakap secara pribadi dengan Tuhannya”
Shalat Lima Waktu Menghapus Dosa
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah
bersabda,”seandainya ada sebuah sungai di depan rumah salah seorang dari
kamu dan ia mandi disana lima kali sehari, apakah menurutmu masih akan
ada kotoran yang tersisa di tubuhnya?” mereka berkata,”tidak akan ada
sedikitpun kotoran yang tersisa di tubuhnya”, Nabi Muhammad Saw
menambahkan,”ini adalah ibarat (mengerjakan) shalat lima waktu menghapus
perbuatan yang jahat (dosa)”
Tentang Shalat Malam
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : pada suatu malam Rasulullah SAW
mengerjakan shalat di kamarnya. Karena dinding kamar itu rendah,
orang-orang dapat melihat Nabi Muhammad Saw. dan sebagian dari mereka
(bermakmum) mengerjakan shalat mengikuti Nabi Muhammad Saw. esok paginya
mereka menyebarkan berita itu. Malam berikutnya Nabi Muhammad Saw.
berdiri mengerjakan shalat dan orang-orang (bermakmum) mengikuti Nabi
Muhammad Saw. hal ini terjadi dua atau tiga malam. Oleh karena itu malam
berikutnya Rasulullah SAW tidak mengerjakan shalat, juga tidak keluar
rumah. Ketika esok paginya orang-orang itu menanyakan hal itu,
Rasulullah SAW menjawab bahwa ia khawatir orang-orang menganggap shalat
malam (sebagai shalat) wajib.
Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit r.a. : mengenai hadis diatas dengan penambahan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda,” aku menyaksikan dan memahami yang kau kerjakan. Wahai Umatku, kerjakanlah shalat (malam) dirumahmu masing-masing, karena sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat seseorang yang dikerjakan dirumahnya, kecuali shalat wajib”.
Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit r.a. : mengenai hadis diatas dengan penambahan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda,” aku menyaksikan dan memahami yang kau kerjakan. Wahai Umatku, kerjakanlah shalat (malam) dirumahmu masing-masing, karena sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat seseorang yang dikerjakan dirumahnya, kecuali shalat wajib”.
Menolak Orang yang Lewat di Depan Orang Shalat
(Diriwayatkan dari Abu Shalih) : aku pernah melihat Abu Sa’id al Khudri
r.a. mengerjakan shalat pada hari Jum’at, di belakang sesuatu yang
digunakan sebagai sebuah sutrah. Seorang anak muda dari suku Abu Mu’ait
lewat tepat di hadapannya (diantara Abu Sa’id dan sutrahnya), dan Abu
Sa’id menolakkan anak muda itu dengan menekan bahunya. Karena tidak
menemukan jalan lain si anak muda kembali mencoba lewat di depannya dan
Abu Sa’id menolakannya dengan tenaga yang lebih keras. Anak muda itu
marah dan pergi mengadukan Abu Sa’id kepada Marwan. Abu Sa’id mengikuti
anak muda menemui Marwan yang berkata kepadanya,”wahai Abu Sa’id! Apa
yang terjadi antara engkau dan anak saudaramu ini?” Abu Sa’id
berkata,”aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,’jika salah
seorang di antara kalian sedang mengerjakan shalat dibelakang sesuatu
yang digunakan sebagai sutrah dan seseorang mencoba lewat di hadapannya
(antara orang yang mengerjakan shalat dan sutrahnya), maka ia harus
menolakkannya dan apabila orang itu menolak (diperlakukan demikian) maka
tolaklah dengan tenaga lebih besar sebab ia adalah setan”
Sutrah Shalat
Diriwayatkan dari Ibn Umar : setiap kali Rasulullah SAW keluar pada hari
raya Id, Nabi Muhammad Saw. memerintahkan untuk memancangkan di
hadapannya sebuah harbah (lembing pendek) sebagai sutrah bagi shalatnya,
kemudian Nabi Muhammad Saw. mengerjakan shalat menghadap ke arahnya dan
orang-orang (bermakmum) dibelakangnya. Nabi Muhammad Saw. pun melakukan
hal yang sama bila sedang dalam perjalanan. Setelah Nabi Muhammad Saw.
meninggal dunia, praktik ini diikuti para pemimpin muslim (yang
mengikuti sunnahnya)
(Diriwayatkan dari Nafi’) : Ibn Umar pernah berkata, “Rasulullah SAW biasa mendudukkan untanya melintang di hadapannya (sebagai sebuah dinding shalat), kemudian beliau mengerjakan shalat. Aku bertanya,”apa yang akan dilakukan Rasulullah SAW jika unta itu bangkit atau bergerak?” ia berkata,”Nabi Muhammad Saw. akan mengambil pelana unta itu dan mengerjakan shalat di hadapannya (sebagai sebuah sutrah)”. Dan Ibn Umar pernah mengerjakan hal yang sama”. (hal ini mengisyaratkan bahwa seseorang harus mengerjakan shalat di belakang sebuah sutrah).
(Diriwayatkan dari Nafi’) : Ibn Umar pernah berkata, “Rasulullah SAW biasa mendudukkan untanya melintang di hadapannya (sebagai sebuah dinding shalat), kemudian beliau mengerjakan shalat. Aku bertanya,”apa yang akan dilakukan Rasulullah SAW jika unta itu bangkit atau bergerak?” ia berkata,”Nabi Muhammad Saw. akan mengambil pelana unta itu dan mengerjakan shalat di hadapannya (sebagai sebuah sutrah)”. Dan Ibn Umar pernah mengerjakan hal yang sama”. (hal ini mengisyaratkan bahwa seseorang harus mengerjakan shalat di belakang sebuah sutrah).
Keutamaan Shalat Berjamaah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah
bersabda,”mengerjakan shalat berjamaah (berpahala) dua puluh lima kali
lipat dibandingkan mengerjakan shalat sendiri di dalam rumah atau
mengerjakan shalat di pusat perdagangan, karena jika seseorang berwhudu
dengan sempurna kemudian pergi menuju masjid dengan niat mengerjakan
shalat, untuk setiap langkah yang dia ayunkan dalam perjalanannya menuju
masjid, Allah akan memberinya satu pahala dan memaafkan satu dosanya
hingga ia masuk ke dalam masjid. Ketika ia sudah berada di dalam masjid
ia mengerjakan shalat dan pada saat ia duduk menunggu untuk mengerjakan
shalat (berjamaah), para malaikat akan memohonkan ampunan Allah untuknya
dan mereka (para malaikat) berkata, “ya Allah, kasihilah ia. Ampunilah
ia selama ia menunggu mengerjakan shalatnya dan (selama ia) tidak
berhadats”.
Shalat Malam Dikerjakan Dua Rakaat - Dua Rakaat
(Diriwayatkan dari Nafi’) : Ibn Umar bin al Khaththab r.a. pernah
berkata : “ketika Nabi Muhammad Saw. berada di atas mimbar, seorang
lelaki bertanya perkara shalat malam. Nabi Muhammad Saw.
menjawab,”kerjakan dua rakaat dalam satu waktu (satu salam) lalu dua
rakaat, kemudian dua rakaat, dan seterusnya, dan jika kau khawatir
terhadap datangnya fajar shalatlah satu rakaat dan itu merupakan penutup
seluruh shalatmu yang telah kau kerjakan”. Ibn Umar bin al Khaththab
r.a. berkata,”akhirilah shalat malammu dengan witr, oleh karena Nabi
Muhammad Saw. mengerjakan hal yang sama”
Anjuran Shalat Sebelum Duduk di Masjid
Diriwayatkan dari Abu Qatadah As Sulami r.a. : Rasulullah SAW pernah
bersabda,” siapa pun diantara kalian yang masuk ke dalam masjid,
shalatlah dua rakaat sebelum duduk”.
Sujud Sahwi
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a. : Nabi Muhammad Saw.
mengerjakan shalat, dan ketika Nabi Muhammad Saw. telah menyelesaikan
shalatnya beliau ditanya, “Ya Rasulullah SAW! apakah ada perubahan dalam
shalat?” Nabi Muhammad Saw. bersabda, “apa maksud pertanyaan itu?”
orang-orang berkata,”jumlah (rakaat) shalat anda lebih banyak dari
biasanya”. Maka Rasulullah SAW pun menekukkan kakinya, menghadapkan
wajahnya ke arah kiblat dan mengerjakan sujud dua kali (sujud sahwi) dan
menyelesaikan shalat dengan taslim. Sambil melihat ke arah kami, Nabi
Muhammad Saw. bersabda,”apabila ada sesuatu yang berubah di dalam
shalat, tentu aku akan memberitahu kalian tetapi aku manusia biasa
seperti kalian, dan sebagaimana kalian suatu saat aku bisa lupa. Oleh
karena itu bila aku lupa, ingatkan aku. Dan apabila seseorang ragu
terhadap shalatnya, ia harus mengikuti apa yang menurutnya benar dan
melengkapkan shalatnya dan menyelesaikannya lalu bersujud dua kali
(sujud sahwi).
Hukum Shalat Dengan Pakaian Yang Terkena Mani
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : aku pernah mencuci bekas janabah (air
mani) pada pakaian Nabi Muhammad Saw. Dan Nabi Muhammad Saw. Mengerjakan
shalat ketika pakaian (yang ada bekas janabah-nya itu) masih basah.
Tidur Sebelum Shalat
Diriwayatkan dari Anas r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda, “apabila seseorang mengantuk ketika sedang mengerjakan shalat hendaknya ia tidur terlebih dahulu sampai ia mengerti apa yang ia katakana (atau ia bacakan)”.Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda,”apabila seseorang merasa mengantuk ketika sedang shalat hendaknya ia tidur terlebih dahulu hingga kantuknya hilang, sebab apabila ia mengantuk ketika sedang berdoa ia tidak tahu apakah (ia berdoa untuk) memohon ampunan atau (ia berdoa untuk) sesuatu yang buruk bagi dirinya sendiri”.
Jumlah Shalat Malam
Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. ketika ia menginap di rumah bibinya,
Maimunah, istri Nabi Muhammad Saw. Ia menambahkan ; aku tengah berbaring
terlentang di atas sebuah kasur kecil dan Rasulullah SAW bersama
istrinya berbaring dengan menghadap ke arah kanan. Rasulullah SAW tidur
hingga tengah malam, sebelumnya atau setelahnya, kemudian bangun,
mengusap bekas tidur di wajahnya dengan tangannya. Setelah itu Nabi
Muhammad Saw. Membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali-Imran, berdiri dan
melangkah ke tempat air dari kulit yang tergantung. Kemudian Rasulullah
SAW berwhudu dari tempat air itu dan merupakan whudu yang sempurna,
lalu melaksanakan shalat. Aku pun bangun dan mengerjakan apa yang
dikerjakan Rasulullah SAW lalu aku berdiri di sampingnya (sebelah kiri).
Beliau menyentuh kepala ku dengan tangan kanannya dan menangkap telinga
ku yang kanan dan menjewernya (menarikku, dan menggeserku kesebelah
kanannya). Nabi Muhammad Saw. Shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat,
kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian
dua rakaat (enam kali secara terpisah) dan akhirnya shalat satu rakaat
(witir). Nabi Muhammad Saw. Kemudian berbaring kembali di tempat
tidurnya hingga terdengar suara muadzdzin, lalu Nabi Muhammad Saw. Pun
bangun mengerjakan shalat dua rakaat yang ringan kemudian pergi
mengerjakan shalat subuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar