Written by mediaFORMMIT
Sunday, 31 May 2009 15:17
Sebagian
orang yang rendah pengetahuan keislamannya beranggapan bahwa al-Qur’an
adalah sekedar kumpulan cerita2 kuno yang tidak mempunyai manfaat yang
signifikan terhadap kehidupan modern, apalagi jika dikorelasikan dengan
kemajuan IPTEK saat ini. Al-Qur’an menurut mereka cukuplah dibaca untuk
sekedar mendapatkan pahala bacaannya, tidak untuk digali kandungan ilmu
didalamnya, apalagi untuk dapat menjawab permasalahan-permasalahan dunia
modern dan diterapkan dalam segala aspek kehidupan, hal itu adalah
sesuatu yang nonsense.
Anggapan-anggapan
diatas merupakan indikasi bahwa orang tersebut tidak mau berusaha untuk
membuka al-Qur’an dan menganalisis kandungan ayat-ayatnya. Oleh
karenanya maka anggapan tersebut adalah sangat keliru dan bertolak
belakang dengan semangat al-Qur’an itu sendiri. Bukti-bukti di bawah ini
menunjukkan yang sebaliknya:
1.
Bahwa wahyu yang pertama sekali diturunkankan oleh Allah SWT kepada
Nabi-Nya Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca/belajar (QS 96/1-5)
dan menggunakan akal, bukan perintah untuk shalat, puasa atau
dzikrullah. Demikian tinggi hikmah turunnya ayat ini, menunjukkan
perhatian Islam yang besar terhadap ilmu pengetahuan.
2.
Bahwa Allah SWT mengangkat manusia (Adam as) sebagai khalifah-Nya
dimuka bumi dan bukan para malaikat-Nya sebab adanya ilmu pengetahuan
(QS 2/31-33). Yang dengan kelebihan ilmu pengetahuan itu juga, Allah SWT
memuliakan Adam as, sehingga memerintahkan para malaikat-Nya untuk
bersujud kepada Adam as.
3.
Manusia yang memiliki derajat yang paling tinggi disisi ALLAH SWT,
adalah manusia yang memiliki iman dan ilmu (QS 58/11). Karena iman
membawa manusia kepada ketinggian di akhirat (fil akhirati hasanah), dan
ilmu membawa manusia kepada ketinggian di dunia (fid dunya hasanah).
4.
Syarat manusia yang berhak diangkat menjadi pemimpin dalam Islam ada 2
hal : ilmu yang tinggi dan fisik yang sehat (QS 2/247). Ini menunjukkan
betapa tinggi penghargaan Islam kepada nilai2 ilmu dan nilai2 kesehatan.
5.
Bahkan Allah SWT melarang manusia untuk melakukan suatu pekerjaan/
perbuatan tanpa memiliki ilmunya (QS 17/36). Artinya bahwa Islam sangat
menghargai spesialisasi dalam berbagai bidang ilmu dan menganjurkan
ummatnya untuk menjadi seorang yang profesional sesuai dengan bidang
keilmuannya masing2 (menjadi expert dalam bidangnya).
6.
Sejarah menunjukkan, bahwa pada masa kaum muslimin mempelajari dan
melaksanakan ajaran agamanya dengan benar, maka mereka memimpin dunia
dengan pakar-pakar yang menguasai dalam disiplin ilmunya masing2,
sehingga Baratpun belajar dari mereka (lihat buku III). Baru dimasa kaum
muslimin meninggalkan ajaran agamanya dan tergiur dengan kenikmatan
duniawi dan berpaling ke Barat, maka Allah SWT merendahkan dan
menghinakan mereka. Sungguh telah benar Rasulullah SAW yang telah
memperingatkan ummatnya akan hal ini, sebagaimana dalam haditsnya :
“Kelak akan datang suatu masa dimana kalian akan menjadi seperti makanan
diatas piring yang dihadapi oleh orang2 yang kelaparan. Maka para
sahabat ra bertanya : Apakah karena jumlah kita sedikit saat itu ya
Rasulullah ? Jawab Nabi SAW : Bahkan jumlah kalian sangat banyak. Tetapi
kalian terkena penyakit “wahn”! Tanya para sahabat ra : Apa itu “wahn”
ya Rasulullah ? Jawab Nabi SAW : Kalian cinta dunia dan takut mati.” (HR
Abu Daud dan Ibnu Majah)
Setelah
kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan
dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar dan
terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada
ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan
dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan
memberikan bingkai sumber pengetahuan berdasarkan urutan kebenarannya
sebagai berikut.
1. Al-Qur’an dan Sunnah:
Allah
SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur’an dan Sunnah
sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya
adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya, sehingga
terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest
apapun, karena ia diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil.
Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan
Allah SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat-Nya (QS
12/1-3) dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (QS
33/21).
2. Alam semesta:
- Allah
SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (QS
3/190-192) dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya, diantara
ayat2 yang telah dibuktikan oleh pengetahuan modern seperti[1] :
- Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS 41/11).
- Ayat tentang urutan penciptaan (QS 79/28-30): Kegelapan (nebula dari kumpulan H dan He yang bergerak pelan), adanya sumber cahaya akibat medan magnetik yang menghasilkan panas radiasi termonuklir (bintang dan matahari) รข†’ pembakaran atom H menjadi He lalu menjadi C lalu menjadi O baru terbentuknya benda padat dan logam seperti planet (bumi) panas turun menimbulkan kondensasi baru membentuk air baru mengakibatkan adanya kehidupan (tumbuhan).
- Ayat bahwa bintang-bintang merupakan sumber panas yang tinggi (QS 86/3), matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6000 derajat C.
- Ayat tentang teori ekspansi kosmos (QS 51/47).
- Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (sama ad-dunya) (QS 37/6).
- Ayat yang membedakan antara planet sebagai pemantul cahaya (nur/kaukab) dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (QS 71/16).
- Ayat tentang gaya tarik antar planet (QS 55/7).
- Ayat tentang revolusi bumi mengedari matahari (QS 27/88).
- Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS 55/5) dan garis edar sendiri2 yang tetap (QS 36/40).
- Ayat bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (QS 39/5).
- Ayat tentang tekanan udara rendah di angkasa (QS 6/125).
- Ayat tentang akan sampainya manusia (astronaut) ke ruang angkasa (in bedakan dengan lau) dengan ilmu pengetahuan (sulthan) (QS 55/33).
- Ayat tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (QS 24/43).
- Ayat tentang bahwa awal kehidupan dari air (QS 21/30).
- Ayat bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan (QS 15/22).
- Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (QS 13/3).
- Ayat tentang proses terjadinya air susu yang bermula dari makanan (farts) lalu diserap oleh darah (dam) lalu ke kelenjar air susu (QS 16/66), perlu dicatat bahwa peredaran darah baru ditemukan oleh Harvey 10 abad setelah wafatnya nabi Muhammad SAW.
- Ayat
bahwa zyangote dikokohkan tempatnya dalam rahim (QS 22/5), dengan
tumbuhnya villis yang seperti akar yang menempel pada rahim.
- Ayat tentang penciptaan manusia dari air mani yang merupakan campuran (QS 76/2), mani merupakan campuran dari 4 kelenjar, testicules (membuat spermatozoid), vesicules seminates (membuat cairan yang bersama mani), prostrate (pemberi warna dan bau), Cooper & Mary (pemberi cairan yang melekat dan lendir).
- Ayat tentang proses penciptaan manusia melalui mani (nuthfah) zygote yang melekat (’alaqah) segumpal daging/embryo (mudhghah) dibungkus oleh tulang dalam misenhyme (’izhama) tulang tersebut dibalut oleh otot dan daging (lahma) (QS 23/14).
3. Diri manusia:
Allah
SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses
penciptaannya, baik secara fisiologis/fisik (QS 86/5) maupun
psikologis/jiwa manusia tersebut (QS 91/7-10).
4. Sejarah:
Allah
SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya melalui
lembar sejarah (QS 12/111). Jika manusia masih ragu akan kebenaran
wahyu-Nya dan akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum
Nuh, Hud, Shalih, Fir’aun, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya
dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar