~* ... Keep your beautiful eyes ...*~
Bismillahi minal Awwali wal Akhiri ...
Kenapa sih kita harus menundukkan pandangan? Bukan hanya agar debu tak masuk mata, dan mebuat kelilipan. Melainkan juga agar diperoleh manfaat sebagai berikut :
* Membersihkan hati dari derita penyesalan ....
Siapa yang suka mengumbar pandangan matanya, maka penyesalan yang dia rasakan tiada henti-hentinya. Sesuatu yang paling berbahaya bagi hati adalah mengumbar pandangan, karena dia akan melihat apapun yang dicarinya dan tidak bersabar. Itulah derita dan siksaan yang dia rasakan.
Al-Ashma’y berkisah, “Saya pernah melihat seorang gadis tatkala thawaf, yang seakan-akan dia adalah matahari. Saya terus memandanginya dan hatiku pun berdesir karena keelokannya. Lalu wanita itu bertanya kepadaku, “Ada apa engkau ini?” Saya menjawab, “Engkau memang amat layak untuk dipandangi.” Wanita itu melantunkan syair, “Selagi pandangan matamu berkeliaran segala pemandangan kan membebani hati. Kau pandang segala sesuatu di luar kemampuan, sebagian lain tiada kesabaran lagi.”
Pandangan akan menyusup ke dalam hati seperti anak panah yang meluncur saat dibidikkan. Jika tidak membunuh, tentu anak panah akan membuat luka. Atau pandangan itu seperti bara api yang dilemparkan ke dahan-dahan kering. Jika tidak membakar semuanya, tentu ia akan membakar sebagian diantaranya. Dikatakan dalam sebuah syair,
“Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
jilatan api bermula dari setitik bara
berapa banyak pendangan yang membelah hati
laksana anak panah yang melesat dari tali
selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali.”
* Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati ...
Cahaya dan keceriaan yang datang karena menahan mata ini bisa terlihat di mata, wajah, dan seluruh anggota tubuh, sebagaimana mengumbar pandangan yang mendatangkan kepekatan yang terlihat di wajah dan seluruh anggota tubuh. Oleh karena itu Allah swt menyebutkan dalam firmannya dalam An-Nur,
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.” (QS 224:35)
Yang sebelumnya Allah telah berfirman,
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS 24 :30)
* Mendatangkan kekuatan firasat yang benar ....
Menahan pandangan bisa mendatangkan kekuatan firasat, karena firasat itu termasuk cahaya dan buah dari cahaya. Jika hati bercahaya, maka firasat juga tidak akan meleset. Sebab hati itu kedudukannya seperti cermin yang memperlihatkan seluruh data seperti apa adanya. Sedangkan pandangan adalah seperti menghembuskan nafas di cermin. Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia seperti menghembuskan nafas di cermin hatinya, sehingga cahayanya menjadi pudar, seperti yang dikatakan dalam syair,
“Cermin hatimu tiada memantulkan keindahan karena engkau senantiasa menghembuskan nafas”
Syuja’ Al-Karmany berkata, “Jika zhahir seseorang mengikuti Sunnah, batinnya merasakan pengawasan Allah swt, dia menahan pandangan mata dari hal-hal yang diharamkan, menahan diri dari syahwat dan memakan yang halal, tentu firasatnya tidak akan meleset.”
* Membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan untuk mendapatkan sebab-sebab ilmu ...
Hal ini terjadi karena adanya hati. Jika hati bersinar terang, maka akan muncul hakikat-hakikat pengetahuan di dalamnya dan mudah dikuak, sehingga sebagian demi sebagian ilmu itu bisa diserap. Namun, siapa yang mengumbar pandangan matanya, maka hatinya akan menjadi kelam dan gelap. Jalan dan pintu ilmu menjadi tertutup.
* Mendatangkan kekuatan hati, keteguhan, dan keberanian ...
Dengan begitu seseorang yang menahan pandangan matanya bisa menguasai pandangan itu yang disertai penguasaan terhadap hujjah. Di dalam atsar disebutkan, “Siapa yang menentang hawa nafsunya, maka syetan merasa takut kepadanya”. Oleh karena itu diantara ornag yang mengikuti hawa nafsunya ada yang hatinya menjadi hina dan lemah, jiwanya kerdil dan tak ada harganya, karena Allah juga menjadikannya orang yang lebih mementingkan hawa nafsunya daripada keridhaan Allah.
Al-Hasan berkata, ” Jika kehinaan kedurhakaan ada di hati mereka, niscaya Allah akan menghinakan orang yang mendurhakai-Nya”
* Mendatangkan kegembiraan, kesenangan, dan kenikmatan ...
Kegembiraan dan kesenangan ini jauh lebih melegakan hati dari kesenangan yang diperoleh dengan mengumbar pandangan. Sebab dia mampu menahan musuhnya, dengan cara menentangnya dan menentang hawa nafsunya. Di samping itu, tatkala dia mampu membekukan kesenangan dan syahwatnya karena Allah, suatu kesenangan yang menjurus pada keburukan, maka Allah menggantinya dengan kesenangan dan kenikmatan yang lebih komplit, sebagaimana yang biasa dikatakan orang, “Demi Allah, kenikmatan karena menjaga diri dari hal-hal yang hina, jauh lebih besar daripada mencicipi dosa”.
* Membebaskan hati dari tawanan syahwat ...
Sesungguhnya orang yang layak disebut tawanan adalah orang yang bisa ditawan syahwat dam hawa nafsunya, seperti yang dikatakan dalam sebuah pepatah, “Orang yang mengumbar pandangan matanya adalah seorang tawanan.”
Jika syahwat dan nafsu sudah menawan hati manusia, maka memungkinkan bagi musuh dan rivalnya untuk melancarkan siksaan kepadanya, sehingga dia seperti anak burung di tangan anak kecil yang memainkannya sesuka hati.
* Menutup pintu Neraka Jahannam ...
Pandangan mata adalah pintu syahwat yang menuntut pelaksanaannya. Pengharaman Allah dan syariat-Nya merupakan tabir penghalang untuk mengumbar pandangan. Siapa yang merusak tabir ini, dia akan berani melanggar larangan. Dia tidak akan berhenti pada satu tujuan saja. Jiwa manusia tidak menentang tujuan yang sudah diperoleh, lalu dia ingin mendapatkan kesenangan dalam hal yang baru lagi. Orang yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang pernah ada, tidak menolak untuk menerima sesuatu yang baru, apalagi jika sesuatu yang baru itu tampak lebih indah. Menahan mata bisa menutup pintu ini yang karenanya banyak raja-raja tidak mampu mewujudkan apa yang diinginkannya.
* Menguatkan dan mengokohkan akal ...
Mengumbar pandangan mata tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang lemah akalnya, gegabah, dan tidak mempedulikan akibat di kemudian hari. Orang yang cemerlang akalnya adalah yang bisa mempertimbangkan akibat.
Andaikata orang yang mengumbar pandangan mengetahui akibat dari perbuatannya, tentu dia tidak akan berani lancang mengumbar pandangan. Seorang penyair berkata, “Akal manusia harus tenang, tiada melakukan sesuatu pun hingga dia memikirkan akibat yang akan datang”
*
Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang melenakan....
Mengumbar pandangan mata pasti akan membuat pelakunya lalai terhadap Allah dan memikirkan hari akhirat serta membuatnya mabuk kepayang dalam tawanan cinta, sebagaimana firman Allah tentang orang-orang yang tertawan oleh rupa dan penampilan,
“Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” (Al-Hijr:72)
Pandangan mata adalah segelas arak dan cinta yang dapat mabuk bila meminumnya. Mabuk cinta jauh lebih parah daripada mabuk karena arak. Orang yang mabuk karena arak bisa segera sadar kembali. Tetapi orang yang mabuk cinta jarang yang bisa sadar kembali, kecuali jika dia sudah berada di ambang kematian, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair, “Mabuk karena nafsu terus berkelanjutan jangan harap kesadarannya terbangkitkan”
Nah, sebenarnya masih banyak manfaat yang lain, akan tetapi yang disebutkan di buku “Taman Orang-orang jatuh cinta dan Memendam Rindu” karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah ini hanya sebagian di atas, dengan maksud untuk memberi peringatan, terutama pada pandangan yang tertuju terhadap sesuatu yang tidak dibutuhkan menurut ketentuan syariat, seperti memandangi para pemuda yang tampan atau para pemudi yang cantik jelita. Karena memandang mereka adalah racun yang mematikan dna penyakit yang ganas.
Berapa banyak orang-orang yang suka mengumbar pandangannya, kembali dalam keadaan kalah, terguncang, bahkan ada yang terbunuh. Padahal sebelumnya mereka adalah pasukan yang teguh.
“Wahai orang yang mengumbar pandangan walau sesaat, engkau kan kembali sebagai korban yang sekarat” ....3 ja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar